Minggu, 30 Januari 2011

hari ini

Hari ini sendu...
kemarin terlalu ceria...
salah... aku salah arah Allah..


Terlalu lebih, terlalu berharap,

sesuatu yang kosong harusnya tetap kosong,
Hampa..

Rabu, 19 Januari 2011



Suatu hari kau kan mengerti.....

Senin, 24 Mei 2010

mencintainya tanpa syarat...

Intro:
Sejak peristiwa ledakan itu…
Aku sudah menyiapkan ruang hatiku utk kau benci..
Sejak saat itu..
Aku membuat keputusan baru…
Aku ingin mencintaimu tanpa syarat.

Aku Mencintaimu Tanpa Syarat

Aku mencintaimu tanpa syarat…
Ku terima dirimu utuh
Lebih dan kurangmu
Semua tentangmu.

Aku mencintaimu tanpa syarat
Aku tak peduli kau balas dengan apa cintaku ini
Aku hanya ingin mencintaimu
Itu saja.

Tak perlu ku jabar dengan logika
Karena tak ada penjelasan logis tentang ini
Aku hanya ingin mencintaimu
Itu saja.

Ku ingin kau tahu..
Luka seberapapun akan ku tanggung
Pahit bagaimanpun akan ku telan
Derita seperti apapun akan ku terima

Karena aku mencintaimu tanpa syarat.

Ketika kau pergi dengan yang lain
Aku tak mengapa
Karena aku mencintaimu tanpa syarat

Ketika kau membuat ku “kalah”
Aku tak apa
Karena aku mencintaimu tanpa syarat

Namun jika kau masih ingin bersamaku
Aku selalu siap
Kapanpun
Karena aku mencintaimu tanpa syarat.


Aku hanya ingin mencintaimu tanpa syarat
Bahkan tanpa harus merasa memilikimu
Bahkan tanpa perlu kau menangkan
Bahkan tanpa balasan apapun darimu
Bahkan bila kau membenciku
Cintaku tak bersyarat
Aku hanya ingin mencintaimu
Itu saja.


Bekasi, 21 Mei 2010


Nb:
“Tak peduli bagaimana kau memperlakukanku...tugasku adalah terus berbuat baik kepadamu.
Tak peduli apakah kau membalas cintaku atau tidak...tugasku adalah terus mencintaimu.
Tak peduli bagaimana kau memaknai keberadaanku...tugasku adalah terus memaknai keberartianmu.”

hanya ini kah??

Ternyata hanya ini yg kau inginkan dari persahabatan kita..
Kecil sekali cita2mu terhadap hubungan ini?
Apa menurutmu cinta itu besar?
Tidak menurutku…
Aku tidak pernah memintamu bersikap adil..
Tidak juga memintamu untuk cenderung disalah satunya..
Tapi kini aku tau, asa apa yg sedang kau rajut..
Cita2 apa yg sedang kau semai,,,

Bahkan menaruh dirimu sebagai “xxxxx” saja sudah sulit bagiku..
Ku sudah membaca pola hidupmu,,
Maaf aku sudah sangat jelas membaca ini semua,,,
Trima kasih untuk asa tertinggimu terhadapku..
Tapi aku bukan ia, yg mudah kau masuki hatinya..

Aku memang wanita egois yg ada di jagat raya ini..
Oh God,,,sedang bicara apa aku ini..??

Sudah bukan saatnya meminta dr org lain,,
Mencoba biasa saja..tanpa ruh,,tanpa cinta, tanpa asa, dan tanpa cita2,,
Menjadi A.N.O.M.A.L.I dan memberikan ruang untukmu agar leluasa mencintai ia…

Ku titp ia dg helaan cintaku padanya..
Jangan kau sakiti ia,,krn ia mencintaimu tanpa syarat..
Aku pun harus bijak memahami semua ini..
Mungkin ku harus pergi..
Pelan2 saja..pergi dari kursi kepompong itu…
Maafkan aku sahabat,,
Ku tak sehebat ia…

24 Mei 2010
Merenung betapa kerdil makna sahabat…

Minggu, 29 November 2009

sahabat itu selalu ada disisimu,,,

dalam suka dan duka..
dalam canda tawa..
dalam kesedihan..


tidak menghakimi..
Sahabat adalah teman pendengar
berbagi cerita dan solusi..


Sahabat laksana bulan dan bintang,,
saling melengkapi,
berjalan beriringan..

malam akan terasa indah dengan Bulan dan Bintang..
begitu juga dengan Sahabat...
agar beban itu sirna dari pundakmu

karna SAHABAT ada di sisimu...

Sabtu, 28 November 2009

Inikah Arti Teman??



Teman,,,
kamu memang teman ku, seperjuangan dan seakidah.
teman bersama, tidak ada yang kamu sembunyikan
begitupun denganku..

seharusnya..

tapi aku menodainya,,
aku takut akhirnya hati ini tersakiti
akidah ini luntur..
karna kamu teman,,,

kamu begitu berharga untukku..
bagaimana melepaskan semua ini??/
agar asa itu pergi dan aku tenang..

tenang dengan ksendirianku..
nyaman dengan apa yang ku perbuat..
tanpa kamu disisiku..

iya,,tanpa kamu teman....

Kematian Hati...

Oleh: (alm) K.H. Rahmat 'Abdullah


Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya.

Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama.

Dingin, kering dan hampa,tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka", ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana,lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidak-sesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang.

Mereka telah menukar kerja dengan kata. Dimana kau letakkan dirimu?

Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.

Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma'siat menggodamu dan engkau meni'matinya? Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia?

Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1.500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan.

Mungkin engkau mulai berfikir "Jamaklah, bila aku main mata dengan aktivis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh" Betapa jamaknya 'dosa kecil' itu dalam hatimu. Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat"? Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan "Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat?" Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang "Ini tidak islami" berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?

Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau akan dihadang tantangan : sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.

Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.

Siapa yang mau menghormati ummat yang "kiayi"nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?

Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua?"

Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?

Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da'wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka. Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa "westernnya". Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku". Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri ?